BEM-KM Universitas Djuanda gelar Seminar Nasional Kepemudaan

BEM-KM Universitas Djuanda gelar Seminar Nasional Kepemudaan

BEM-UNIDA-Seminar-Nasional-Pemuda

 

UNIDA, 27 Februari 2017.

Badan Eksekutif Mahasiswa- Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Djuanda Bogor adakan Seminar Nasional  Kepemudaan, dengan tema "The Power Of Youth On Founding Nation" (Kekuatan Pemuda dalam Membangun Bangsa). Bertempat di Aula Gedung C Universitas Djuanda Bogor Acara dimulai pada pukul 08.30 sampai 12.00. Peserta yang hadir dalam acara berjumlah 250 orang dari Luar dan dalam Kampus UNIDA. Acara ini merupakan puncak acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiwa Se-Jabodetabek Banten (BSJB) yang dihadiri oleh perwakilan tiap BEM Universitas se Jabodetabek Banten, yang dilaksanakan selama 2 hari, dimana Universitas Djuanda Bogor menjadi tuan rumah Rakerwil.

Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa.

Pengisi acara dalam agenda ini, Sanusi, M.H (Deputi Kementrian Pemuda dan olahraga bagian Kepemudaan), Henry Basel, S.Pd., M.Ed (Korlap Gerakan Aktivis 98), Agus Komarudin (Kepemudaan Provinsi Jawa Barat), Dr. Bima Arya Sugiarto (Walikota Bogor Jawa Barat), Irfan Fauzi Arief, S.Ag, M.Si (Alumni Universitas Djuanda Bogor).

"Acara ini suatu kegiatan yang baik, bagi mahasiswa untuk membuka prospektif tentang pilihan-pilihan untuk berkiprah tidak harus dibidang politik tetapi bidang apa saja yang penting bisa memberikan arti, harapan saya dari acara seminar ini bisa ditindak lanjuti dengan aktivitas-aktivitas lain dan narasumber lain yang bisa memberikan inspirasi, karena hidup itu adalah inspirasi jadi harus bisa mendapatkan sesuatu dari narasumber untuk bisa menyusun langkah ke depan. Ujar Dr. Bima Arya (walikota Bogor).

"mahasiswa harus terus-menerus tidak bosan-bosannya menyampaikan kebenaran, memberikan kontribusi dengan belajar yang baik sehingga bisa mengisi ruang-ruang kosong yang dibutuhkan negara. Ujar Sanusi, M.H, (Deputi Kemenpora Bagian Kepemudaan)".

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar